Thursday, April 5, 2012

PAGILARANKU (tak) KUKENAL

0 comments
    PT. Pagilaran, perusahaan yang bergerak dalam usaha perkebunan, perindustrian, perdagangan dan konsultasi. Komoditas perkebunan yang saat ini diusahakan adalah teh, kakao, kelapa, dan kina. PT. Pagilaran diupayakan oleh para perintis dan pendiri Fakultas Pertanian UGM dengan maksud untuk mendukung program pengembangan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya di bidang perkebunan.
Sejarah berdirinya PT Pagilaran berawal tahun 1840 oleh E. Blink dibuka hutan sebagai perkebunan yang kemudian dikelola oleh Maskapai Belanda. Selanjutnya pada 1922 perkebunan di beli oleh Inggris setelah pada tahun 102- maskapai tersebut mengalami kebangkrutan. Setelah perang dunia kedua, Jepang mengambil alih kekuasaan atas perkebunan. Pada saat penjajahan jepang selesai maka kepemilikan perkebunan di serahkan kepada Pemerintah Republik Indonesia kemudian di ambil alih lagi oleh Inggris pada masa awal kemerdekaan. Pada tanggal 23 Mei 1964 seiring dengan berakhirnya hak guna oleh Inggris perkebunan diambil alih oleh Pemerintah Republik Indonesia ,melalui Surat Keputusan Menteri PTIP, Prof. Ir. Toyib Hadiwijaya perkebunan diserahkan kepada Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada untuk dijadikan sebagai sarana penunjang penyelenggaraan pendidikan pertania. Setelah status perusahaan berubah dari PN ke PT pada tahun 1974, nama PN Pagilaran sampai sekarang menjadi PT Perkebunan Perindustrian Perdagangan dan Konsultasi Pagilaran atau PT Pagilaran.
     Sebagai salah satu amanah dari pengagas, maka di jadikan inti salah satu misi PT Pagilaran yaitu Berperan aktif dalam penyediaan sarana kelancaran pelaksanaan pendidikan dan penelitian Fakultas Pertanian UGM, melalui Yayasan Pembina Fakultas Pertanian. Dalam pada itu sebagai perusahaan yang memiliki tugas mengembangkan wahana pendidikan dan penelitian bagi civitas akademika, misi yang dijalankan PT Pagilaran adalah melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Bertolak dari tujuan ini dalam melaksanakan tugasnya, PT Pagilaran menerima kunjungan kerja, studi lapangan, dan penelitian dosen dan mahasiswa. Ini menjadikan PT Pagilaran sebagai salah satu bagian dari pelbagai sarana pembelajaran di Fakultas Pertanian.
     PT. Pagilaran adalah perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan, perindustrian, perdagangan dan konsultan berstatus swasta yang kepemilikan sahamnya terdiri dari beberapa pemilik modal. Para pemilik modal ini tergabung dalam Dewan Komisaris (Board of Commisioners). Pembuat kebijakan-kebijakan umum yang akan dilaksanakan oleh perusahaan adalah Dewan Direktur (Board of Directors). Dewan Direktur dipimpin oleh Direktur Utama yang merupakan pemegang saham terbesar dan bertanggung jawab terhadap Dewan Komisaris. Selain Direktur Utama, terdapat Direktur Umum dan Keuangan yang bertanggung jawab mengatur dan mengawasi keuangan serta Direktur Produksi bertanggung jawab terhadap produksi dari unit produksiyang dimiliki oleh PT. Pagilaran.
Berikut ini susunan kepengurusan PT Pagilaran :

Commisioner and Board of Director
Komisaris
Komisaris Utama     : Nasrullah
Anggota                  : Bambang Rahayu
                               : Eko Hanudin
Direktur
Direktur Utama                       : Rachmad Gunadi
Direktur Umum & keuangan    : Achmadi Priyatmojo
Direktur Produksi                    : Toekidjo
Manajer
Manajer Komersial        : Rachmad Gunadi
Manajer Finansial          : Suhatmini Hardyastuti
Manajer Produksi          : Ngadiman
Manajer Umum             : Endang Bayu Widyawati
Manajer Litbang            : Eka Tarwaca
Kepala Unit
Unit Produksi Pagilaran        : Tentrem Raharjo
Unit Produksi Kaliboja         : Supriyono
Unit Produksi Jatilawan        : Sugito
Unit Produksi Sidoharjo       : Ernadi
Unit Produksi Segayung utara    : Zaenal Akheroh
Unit Produksi Samigaluh    : R.Aria Teguh Hariadi

Company Profile dari PT. Pagilaran adalah sebagai berikut:
Nama Perusahaan      : PT. Pagilaran
Bentuk Perusahaan    : Perseroan Terbatas
Pemegang Sero         : Yayasan FAPERTAGAMA, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta
Tempat Kedudukan   : Jl. Faridan M. Noto 11 Yogyakarta 55224
Telp.            : 0274-561392, 563046 (Hunting)
Fax.             : 0274-540628
Email           : pagilaran@telkom.net.
Komersial    : g_larcommerce@yahoo.co.id

     Tulisan di atas sebagai gambaran dan bahan diskusi mengenai tindak lanjut jalannya Kenal Kebun yang menjadi harapan kita semua. Sebagai mahasiswa yang turut membangun dan mengembangan Fakultas Pertanian maka hedaklah kita mengetahui apa yang menjadi hak dan kewajiban kita. Berpikir dengan frame  yang sama dengan sudut yang berbeda akan menjadikan perumusan kebijakan maupun keputusan yang mengakomodir segala aspek.

Direktur Jendral Advokasi
Katon Sasongko D
Read more...
Tuesday, March 13, 2012

ORGANISASI GERAKAN MAHASISWA ISLAM

0 comments
Di Indonesia terdapat lima organisasi mahasiswa ekstra universitas atau sering dinamakan ormas mahasiswa, yang cukup menonjol, yaitu HMI Dipo (Himpunan Mahasiswa Islam), PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia), IMM (Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah), HMI MPO (Himpunan Mahasiswa Islam Majelis Penyelamat Organisasi) dan KAMMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia). Kesemuanya menarik untuk dikaji karena sama-sama membawa label Islam sebagai identitas organisasinya, namun memiliki corak wacana dan strategi perjuangan yang khas. Berikut sekilas perjalanan dari ormas mahasiswa Islam tersebut:

1. Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Dipo
HMI lahir ditengah-tengah suasana revolusi untuk mempertahankan kemerdekaan, yaitu pada 5 Februari 1947 di kota Yogyakarta. Lafran Pane dan kawan-kawan merasa prihatin dengan kondisi umat Islam saat itu yang terpecah-pecah dalam berbagai aliran keagamaan dan politik serta jurang kemiskinan dan kebodohan. Oleh karena itu dibutuhkan langkah-langkah strategis untuk mengambil peranan dalam berbagai aspek kehidupan. Kemudian didirikanlah wadah perkumpulan mahasiswa Islam yang memiliki potensi besar bagi terbinanya insan akademik, pencipta, pengabdi yang bernafaskan Islam dan bertanggung jawab atas terwujudnya masyarakat adil makmur yang diridhoi Allah.
Dalam perjalanannya, HMI telah banyak melahirkan kader-kader pemimpin bangsa. Hampir di sepanjang pemerintahan Orde Baru selalu ada mantan kader HMI yang duduk di kabinet. Hal ini tentunya tidak lepas dari peran signifikan HMI dalam keikutsertannya menumbangkan Orde Lama serta menegakkan Orde Baru. Selain itu, sebagai ormas mahasiswa Islam yang independen dan bergerak dijalur intelektual, tidak jarang HMI melahirkan gerakan pembaharuan pemikiran Islam kontemporer di Indonesia. Beberapa kader HMI bahkan sering melontarkan wacana pemikiran Islam yang mengundang kontroversi. Misalnya saja wacana sekulerisasi agama yang diungkapkan Nurcholish Madjid melalui slogannya yang terkenal “Islam Yes, Partai Islam No!.”

2. Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII)
Nahdlatul Ulama (NU) sebagai ormas Islam terbesar di Indonesia pada tanggal 17 April 1960 di Surabaya mendirikan sebuah organisasi sebagai wadah pergerakan angkatan mudanya dari kalangan mahasiswa yakni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). Pada perkembangannya di awal tahun 1970-an PMII secara struktural menyatakan diri sebagai organisasi independen, terlepas dari ormas apa pun, termasuk dari sang induknya, NU.
Pada masa pergerakan mahasiswa 1998, menjelang peristiwa jatuhnya Soeharto, PMII bersama kaum muda NU lainnya telah bergabung dengan elemen gerakan mahasiswa untuk mendukung digelarnya people’s power dalam menumbangkan rezim Soeharto. Sikap ini telah jauh mendahului sikap resmi kiai senior NU yang lebih konservatif yakni senantiasa menjaga kedekatan dengan pusat kekuasaan untuk membela kepentingan pesantren. Di jalur intelektual PMII banyak mengembangkan dan mengapresiasikan gagasan-gagasan baru, misalnya mengenai hak asasi manusia, gender, demokrasi dan lingkungan hidup.

3. Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM)
Ketika situasi nasional mengarah pada demokrasi terpimpin yang penuh gejolak politik di tahun 1960-an, dan perkembangan dunia kemahasiswaan yang terkotak-kotak dalam bingkai politik dengan meninggalkan arah pembinaan intelektual, beberapa tokoh angkatan muda Muhammadiyah seperti Muhammad Djaman Alkirdi, Rosyad Soleh, Amin Rais dan kawan-kawan memelopori berdirinya Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) di Yogyakarta pada tanggal 14 Maret 1964.
Sebagai organisasi otonom (ortom) Muhammadiyah sifat dan gerakan IMM sama dengan Muhammadiyah yakni sebagai gerakan dakwah Islam amar ma’ruf nahi mungkar. Ide dasar gerakan IMM adalah; Pertama, Vision, yakni membangun tradisi intelektual dan wacana pemikiran melalui intelectual enlightement (pencerahan intelektual) dan intelectual enrichment (pengkayaan intelektual). Strategi pendekatan yang digunakan IMM ialah melalui pemaksimalan potensi kesadaran dan penyadaran individu yang memungkinkan terciptanya komunitas ilmiah.
Kedua, Value, ialah usaha untuk mempertajam hati nurani melalui penanaman nilai-nilai moral agama sehingga terbangun pemikiran dan konseptual yang mendapatkan pembenaran dari Al Qur’an. Ketiga, Courage atau keberanian dalam melakukan aktualisasi program, misalnya dalam melakukan advokasi terhadap permasalahan masyarakat dan keberpihakan ikatan dalam pemberdayaan umat.

4. Himpunan Mahasiswa Islam Majelis Penyelamat Organisasi (HMI MPO)
Kebijakan pemerintah memberlakukan asas tunggal Pancasila sebagai satu-satunya dasar ormas mendapat tantangan yang cukup beragam dari kalangan umat Islam. Himpunan Mahasiswa Islam Majelis Penyelamat Organisasi (HMI MPO) sebagai organisasi pecahan/faksi dari HMI yang disebutkan sebelumnya, terlahir akibat konflik berkepanjangan dalam menyikapi penerimaan asas tunggal tersebut. PB (Pengurus Besar) HMI melalui jumpa pers pada 10 April 1985 di Yogyakarta mengumumkan tentang penerimaan asas Pancasila oleh HMI. Sikap ini dinilai sebagian cabang seperti Yogyakarta, Jakarta, Bandung, Ujungpandang, Purwokerto sebagai kesalahan besar PB HMI karena tidak melalui forum kongres. Konflik tersebut berujung pada munculnya perlawanan dari cabang-cabang yang kemudian melahirkan HMI MPO pada 15 Maret 1986 di Jakarta, sebagaimana tercantum dalam buku Berkas Putih yang terbit 10 Agustus 1986.
Setelah beberapa tahun HMI MPO lebih banyak melakukan aktifitas gerakannya secara sembunyi-sembunyi, pada tahun 1990-an ketika pemerintah mulai menjalin hubungan baik dengan Islam, HMI MPO mulai nampak kembali kepermukaan. Di beberapa daerah yang merupakan basis HMI MPO seperti Yogyakarta, Bandung, Ujungpandang dan Purwokerto kader-kader mereka cenderung radikal dan lebih militan. Pada kenyataannya represi negara justeru membuat HMI MPO menjadi lebih matang dan kuat.
HMI MPO sendiri sedikit mengalami pergeseran, jika pada awalnya gerakan mereka cenderung fundamentalis dan eksklusif. Pada akhirnya mereka mulai terbuka dengan memperluas cakrawala pengetahuan sehingga mampu menyesuaikan diri dengan perubahan. Tidak heran jika banyak yang menilai HMI MPO sebagai organisasi Islam yang lebih modernis saat ini.

5. Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI)
KAMMI terbentuk dalam rangkaian acara FS LDK (Forum Sillaturahmi Lembaga Da’wah Kampus) Nasional X di Universitas Muhammadiyah Malang tanggal 25-29 Maret 1998. Setidaknya ada dua alasan terbentuknya KAMMI, pertama, sebagai ekspresi keprihatian mendalam dan tanggung jawab moral atas krisis dan penderitaan rakyat yang melanda Indonesia serta itikad baik untuk berperan aktif dalam proses perubahan. Kedua, untuk membangun kekuatan yang dapat berfungsi sebagai peace power untuk melakukan tekanan moral kepada pemerintah.
Selanjutnya bersama elemen gerakan mahasiswa lainnya, KAMMI melakukan tekanan terhadap pemerintahan Orde Baru melalui gerakan massa. Dalam pandangan KAMMI, krisis yang terjadi saat itu adalah menjadi tanggung jawab pemimpin dan pemerintah Indonesia sebagai pengemban amanah rakyat. Karena itu untuk memulai proses perubahan tersebut mesti diawali dengan adanya pergantian kekuasaan. Rezim Orde Baru dengan segala macam kebobrokannya, harus diganti dengan pemerintahan yang bersih dan berwibawa.
Setelah tidak kuat menahan desakan rakyat, akhirnya Soeharto dengan terpaksa meletakkan jabatannya. Namun bagi KAMMI, proses reformasi di Indonesia belumlah selesai, masih membutuhkan proses yang panjang. Lewat Muktamar Nasional KAMMI yang pertama, 1-4 Oktober 1998, KAMMI memutuskan diri berubah dari organ gerakan menjadi ormas mahasiswa Islam. Peran utamanya adalah untuk menjadi pelopor, pemercepat dan perekat gerakan pro-reformasi.

Sumber
Jurnal Pemikiran Islam Vol.1, No.2, Juni 2003
Read more...
Monday, March 5, 2012

NILAI UJIAN YANG LAMA KELUAR

0 comments
     Nilai hasil perkuliahan merupakan hasil dari mahasiswa yang telah melaksanakan serangkaian kegiatan akademik mata kuliah tertentu. Nilai tersebut berfungsi sebagai tolak ukur dalam mengevaluasi diri dari mahasiswa bersangkutan. Proses pembuatan nilai merupakan hak dan kewajiban dari dosen pengampu mata kuliah. Nilai hasil perkuliahan erat kaitannya dengan nilai ujian baik ujian tengah semester ataupun ujian akhir semester. Melihat realita yang ada dalam Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada, penggeluaran nilai hasil perkuliahan menjadi hal yang disoroti karena hasil ujian dalam bentuk nilai keluar tidak sesuai ketentuan yang ada.
     Pentingnya nilai hasil perkuliahan bagi mahasiswa sebagai pertimbangan untuk mengambil jumlah mata kuliah semester berikutnya. Mahasiswa mempunyai hak untuk menambah mata kuliah dalam suatu semester jika Indeks Prestasi (IP) >3 dan mata kuliah yang berhubungan nilainya termasuk didalam IP tersebut. Kenyataan yang telah muncul nilai hasil pekuliahan suatu mata kuliah belum keluar sampai dengan hari dimana key in dilaksanakan dengan  asumsi IP telah memenuhi akan tetapi akan mengambil mata kuliah tambahan dari semester depan namun nilai mata kuliah yang berhubungan dengan itu belum keluar. Sebagai contoh pada semester 2 akan mengambil mata kuliah Kewirausahaan (semester 3) akan tetapi nilai mata kuliah Dasar-Dasar Manajemen belum keluar sampai hari key in. Kenyataan yang sering terjadi adalah karena belum lengkapnya nilai hasil perkuliahan mata kuliah tertentu menyebabkan rencana Kuliah Lapangan (KL) atau Kuliah Kerja Nyata (KKN) tertunda. Disamping itu pelamaran beasiswa dan atau laporan studi kepada pemberi beasiswa mensyaratkan IP harus memenuhi tuntutan. Dengan belum lengkapnya nilai yang keluar maka IP pun belum mencerminkan hasil total perkuliahan. Sebagai contoh si A akan mendaftar beasiswa X yang bersyaratkan IP/IPK >3. Si A ternyata IP/IPK 2.95 dengan 2 mata kuliah yang belum keluar nilainya terpaksa tidak bias mengikuti beasiswa tersebut.
     Urgensi nilai hasil perkuliahan tercermin dari uraian diatas. Kebijakan mengenai nilai telah dikeluarkan oleh Rektor UGM melalui  Keputusan Rektor Universitas Gadjah Mada Nomor 237/P/SK/HT/2004, tentang Nilai Hasil Ujian bagi Mahasiswa Universitas Gadjah Mada. Didalamnya dijelaskan mengenai mekanisme pengeluaran nilai serta ketentuan mengenai hasil nilai yang belum keluar. Jika mendasarkan pada SK tersebut maka keadaan yang terjadi di Fakultas Pertanian telah menyalahi atuaran yaitu pasal 1point c yang berbunyi “Pengiriman nilai hasil ujian dari dosen penguji paling lambat 12 hari setelah ujian selesai.” Dan point d yang berbunyi “Pengumuman nilai hasil ujian paling lambat 2 hari setelah nilai ujian diterima”. Selain menyalahi aturan diatas dapat pula dikaitkan dengan Keputusan Rektor Universitas Gadjah Mada Nomor 231/P/SK/HT/2004 tentang Kewajiban Mengajar Bagi Dosen Di Universitas Gadjah Mada BAB II tentang Kewajiban Dosen Pasal 3 yang berbunyi  “Dosen wajib menjunjung tinggi hak mengajar yang diberikan kepadanya dengan semangat profesionalisme sebagai seorang pendidik ….”. Dan juga melanggar Keputusan  Majelis Wali Amanat Nomor 12/SK/MWA/2003 Anggaran Rumah Tangga Pasal 107 tentang Hak dan Kewajiban Mahasiswa pada point 1 (a) yang berbunyi  “Memperoleh pengajaran dan layanan bidang akademik”.
      Jika dibanding dengan fakultas lain misalnya Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam yang disana nilai ujian baik ujian tengah semester (UTS) maupun ujian akhir semester (UAS) di tempelkan pada papan akademik dan jangka waktu sesuai SK yang ada. Apakah yang membedakan Fakutas Pertanian dengan Fakultas MIPA?? Ini yang menjadi tanda tanya besar pada kalangan mahasiswa.
Read more...

(bahayakah) PRODUK TRANSGENIK

0 comments
    Rekasaya genetika terhadap suatu tanaman dengan mengubah ataupun menyisipkan gen lain untuk memperoleh sifat baru dikatakan sebagai produk transgenic. Di Indonesia produk transgenic menjadi suatu pro kontra dalam penerapannya. Di bidang pertanian, rekasaya genetika dapat menghasilkan tanaman yang tahan terhadap hama dan penyakit. Selain itu danaman transgenic dapat menyesuaikan iklim dan memperoleh hasil yang optimal dibanding tanaman tidak transgenic. Sehingga dalam produktifitas hasil tanam  akan selalu konstan dan cenderung meningkat, dengan kata lain seperti tanaman padi akan dapat mencukupi produksi dalam negeri / swasembada beras karena hampir semua lahan menerapkan benih transgenic padi. Hal tersebut merupakan ekspetasi dari hasil produksi atau kuantitas produksi. Akan tetapi jika dilihat dari sudut pandang lain, pembuatan tanaman transgenic memerlukan biaya dan kualitas SDM yang tinggi. Dipandang dari segi keanekaragaman hayati, jika dilakukan penerapan tanaman transgenic maka keseimbangan ekosistem akan terganggu. Tanaman yang berperan sebagai trofik pertama menjadi tidak bisa dikonsumsi oleh trofik kedua yang kebanyakan dari  bangsa serangga. Populasi serangga akan berkurang dan pada trofik atasnya pun akan mengalami hal serupa. Memang masalah hama dan penyakit menjadi momok bagi para produsen, sehingga memang cara rekayasa genetika dipandang menjadi solusi terbaik tetapi dilakukan secara bijaksana dengan mempertimbangkan efek kedepan yang akan terjadi.
    Sisi kontra dari tanaman transgenik terjadi di pelaksana dilapangan dan konsumen. Petani sebagai pelaku dilapangan menolak system dari tanaman transgenic. Petani tidak diperbolehkan mengembangkan atau membenihkan tanaman transgenic dengan dalih melanggar hak paten. Dengan adanya hal tersebut maka petani tidak dapat mengembangkan benih dan hanya menjadi konsumen benih. Di Indonesia sendiri pengawasan terhadap produk rekayasa genetika (PRG) sangat kurang, sehingga dapat berdampak pada masuknya PRG yang berbahanya untuk kesehatan jika dikonsumsi
    Secara umum PRG yang salah satunya menjadi tanaman trangenik menjadi hal yang perlu dilakukan pada kondisi yang sekarang ini. Dalam penerapannya perlu diperhatikan : 1) hasil tanaman yang aman dikonsumsi dan aman dilakukan, 2) tanaman transgenic seminimal mungkin tidak merusak keseimbangan ekologi, 3) pengawasan dan prosedur yang ketat terhadap tanaman transgenic dan 4) penerapannya pun tidak merugikan petani dan masyarakat secara umum.
Read more...
Friday, January 28, 2011

Peringkat Universitas tahun 2011

0 comments
NEW RELEASE 
DaftarPeringkat Universitas Di Indonesia Tahun 2011


Nama Universitas / Institut
Peringkat Indonesia
Peringkat Dunia
2011
2010
2011
2010
1
2
583
611
2
3
599
789
3
1
770
569
4
8
1.000
1474
5
9
1.004
1517
Petra Christian University
6
5
1.007
1117
7
4
1.010
813
8

1.015

Nopember
9
7
1.017
1348
10
12
1.018
1744
11

1.026

Surakarta
12
24
1.041
2845
13
18
1.056
2356
14
6
1.204
1127
15
11
1.217
1720
16
10
1.253
1520
17
17
1.382
2317
Malang
18
16
1.395
2310
19
25
1.831
2927
Education *
20
15
1.880
2182
21
13
1.927
1834
22

2.167

Polytechnic Institute of Surabaya
23
19
2.335
2495
24
20
2.398
2609
25
21
2.427
2611
Yogyakarta
26
26
2.587
3092
University
27
***
2.615
***
28
22
2.702
2754
29
14
2.757
2085



Sumber : Webometrics

























































Read more...

Labels

 
DSBB (Dream, Science, Brace, Belief) © 2011 DheTemplate.com & Main Blogger. Supported by Makeityourring Diamond Engagement Rings

You can add link or short description here